Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2016

Tambang Emas Martabe Batangtoru Bayar Royalti Rp. 31,5 Miliar


Jakarta - ‎Tambang Emas Martabe membayar royalti sebesar sebesar US$ 2.348.156 atau setara Rp 31.558.503.252 atas penjualan emas dan perak selama 2015. Jumlah ini langsung dibayarkan ke kas negara dan masuk dalam katagori Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Ada pun rincian penjualan emas dan perak Tambang Emas Martabe selama 2015 adalah penjualan emas mencapai US$ 351.285.243 dari hasil produksi emas sebesar 302.448,38 ounce (9,41 ton) dan penjualan perak mencapai US$ 40.183.345 dari hasil produksi perak sebesar 2.568.455,12 ounce (79,89 ton). Total penjualan emas dan perak 2015 adalah US$ 391.468.589
Berdasarkan pasal 14 ayat C dan 17 ayat 3 Undang-Undang No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, penerimaan negara dari sektor pertambangan umum, pembayaran royalti ini akan dibagikan kepada pemerintah pusat sebesar 20 persen dan daerah 80 persen. Selanjutnya dana bagi hasil untuk daerah dibagi dengan rincian: 16 persen untuk provinsi yang bersangkutan, 32 persen untuk kabupaten/kota penghasil, dan sisanya 32 persen untuk kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan.

Rabu, 30 Desember 2015

Periksa Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe


Batangtoru (Sangkunur) - Sebagai kelanjutan dari Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara bernomor 188.44/492/KPTS/2015 yang diterbitkan pada 15 Oktober dan ditandatangani oleh Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe periode kerja 2015-2017 yang beranggotakan 15 orang perwakilan dari 15 desa lingkar tambang, perwakilan pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel),  perwakilan pemerintah provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan pakar dari akademisi memulai tugas perdananya dengan mengambil sampel air di empat titik di Sungai Batangtoru, Selasa (22/12).
“Pengambilan sampel air sisa proses dilakukan rutin sebulan sekali oleh Tim Terpadu Divisi Pengambilan Contoh Uji dan kegiatan ini merupakan yang ke-12 (dua belas) kalinya sejak 2012. Sampel tersebut dikirimkan ke Laboratorium yang telah terakreditasi PT Intertek Utama Servisces di Jakarta. Ini merupakan komitmen Tambang Emas Martabe dalam upaya berkelanjutan mewujudkan tata kelola tambang yang baik bagi lingkungan dengan melibatkan masyarakat,” ujar Manajer Lingkungan Tambang Emas Martabe, Candra Nugraha.

Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 m, 1000 m, 2000 m, dan 3.000 m setelah pelepasan air.

Rabu, 14 Januari 2015

Daun Pisang Bisa Jadi Sirup


SLEMAN (Baringin) - Siapa yang tidak tahu daun pisang? Bentuknya yang lebar dan memanjang dengan warna hijau sudah barang tentu akrab dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah subtropis. Terlebih, tanaman pisang tersebar di penjuru negeri.

Masyarakat nusantara sering kali memanfaatkannya sebagai pembungkus makanan. Berbagai macam masakan dan panganan khas memanfaatkan bagian dari tanaman dengan nama latin Musa paradisiacal L itu, baik sebagai pembungkus maupun pelengkap penyajian.

Namun bagi Ratna Prawira, warga Dusun Gamelan, Sendangtirto, Berbah, daun pisang memiliki nilai lebih. Tidak hanya sebagai pembungkus, namun daun pisang dapat dikonsumsi. Dari tangan terampilnya, Ratna menyulap daun pisang menjadi sirup yang segar dan tidak kalah dengan sirup buatan pabrik.

“Mungkin sebagian orang akan asing saat mendengar sirup daun pisang, apalagi selama ini kita hanya tahu daun dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan saja,” ungkapnya saat ditemui tribunjogja.com di rumahnya, Minggu (11/12015).

Kamis, 18 April 2013

Gerakan Gotong Royong Hayu Bebersih Puncak

Dalam Rangka Hari Bumi 22 April 2013


Puncak adalah tujuan utama pariwisata di Kabupaten Bogor. Permasalahan Tata ruang, kebersihan kemacetan, fasilitas umum hadir setiap hari di dalam kehidupan masyarakat dan para wisatawan yang datang ke puncak.

Senin, 15 April 2013

Insentif Untuk Masyarakat Pemilah Sampah

Iman Hernaman, peneliti dari Fakultas Peternakan UNPAD Bandung
Kayuringin, Bekasi, SF - Sebetulnya teknologi sederhana untuk mengatasi permasalahan sampah adalah dengan cara 3R (Reduse, Reuse, Recycle). 

Metode ini cukup ampuh, sebab dari sumber asal (pasar, rumah tangga, supermarket, dll) sampah sudah dikurangi, menggunakan kembali sampah tertentu (plastik, botol plastik, dll) hingga mendaur ulang sampah menjadi bahan-bahan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sayang proses sederhana ini baru sebatas himbauan, sekalipun sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Di dalam Pasal 20 ayat (1) disebutkan dengan jelas bahwa; pengurangan sampah pada rumah tangga dapat dilakukan dengan cara,

a. pembatasan timbunan sampah,

b. pendauran ulang sampah, dan

c. pemanfaatan kembali sampah.